Telur bebek banyak dijadikan telur asin, hal ini dikarenakan tekstur telur bebek yang lebih kenyal, lebih lezat, dan kemampuan menyerap garam lebih baik dibandingkan telur lainnya.Dalam proses pembuatan telur asin digunakan bahan-bahan tambahan seperti garam dapur, abu, batu-bara dan lain-lain. Tentu hal ini akan berpengaruh terhadap kandungan gizinya.
Kandungan protein pada telur bebek rebus dan telur bebek asin tidak jauh berbeda, namun proses pengasinan akan meningkatkan kadar natrium (sodium) pada telur asin. Peningkatan kadar natrium pada telur bebek asin mencapai 3 kali lipat lebih banyak daripada yang terdapat pada telur bebek rebus. Selain kandungan natrium, pada telur bebek asin juga terjadi peningkatan kalsium mencapai 2 kali lipat dibandingkan telur bebek rebus.
Karena rasanya yang asin, konsumsi telur bebek asin tentunya akan berpengaruh terhadap peningkatan tekanan darah. Hal ini dikarenakan telur bebek asin mengandung natrium mencapai 529 mg untuk 100 gramnya, dimana bagi penderita hipertensi berat hanya boleh mengonsumsi natrium 200-400 mg. Sementara bagi penderita hipertensi ringan, telur bebek asin masih boleh dikonsumsi maksimal 1 butir perhari atau setara 200-260mg natrium. Penderita hipertensi ringan boleh mengonsumsi natrium 1000-1200 mg perhari atau setara dengan 1 sdt (4 gram garam dapur).
Sumber:
lagizi.com